Bahaya Menyebarkan Berita Hoaks Menurut Agama - AL-KUTUB
News Update
Loading...

Sunday, June 14, 2020

Bahaya Menyebarkan Berita Hoaks Menurut Agama

Sumber : https://bit.ly/316vVW9


Berita hoaks sudah menjadi suatu fenomena saat ini. Khususnya di Negara kita Indonesia. Itu bisa terjadi karena sulitnya pemerintah dalam mengawal sumber-sumber berita yang dengan sengaja menyuguhkan berita yang di tujukan untuk mengecoh pemikiran masyarakat secara luas. Ada juga yang di tujukan sebagai pengalihan issu, dan ada yang di tujukan untuk kepentingan pribadi. Sebut saja berita tentang terjadinya dukhan atau teriakan kuat pada tanggal 15 bulanramadhan yang berhasil membuat beberapa orang merasa panik bahkan sampai ada yang menjual rumahnya karena terpengaruh oleh berita tidak jelas yang di sandarkan pada hadist maudu’. Belum lagi gempuran media social seperti facebook youtube dan lain lain yang ikut mempunyai peran besar dalam menyebarkan berita berita yang seperti itu. Lalu bagaimanakah seharusnya kita menyikapinya?. Mungkin bebrapa poin di bawah ini bisa sedikit memberi kesimpulan bagi anda

 

Bersedang-sedang dalam segala hal

Bersedang sedang dalam segala hal adalah yang di anjurkan oleh hadis masyhur ( خير الأمور أوسطها ) Sebaik baiknya segala urusan adalah yang sedang sedang saja. Syekh Al-Mala  Ali Al-Qori menyebutkan dalam kitab - شم العوارض في ذم الروافضSyammul Awaridh fi Dzammil Rowafidh. Bahwa hadis ini berlaku dalam segala bidang urusan, i’tikad, pekerjaan, akhlaq dan yang lainnya. Hadist ini di sebut oleh imam Al-Baihaqi dalam - شعب الإيمانSyuabil Iman. Di sebut oleh imam Al-Rozi dalam - مفاتيح الغيبMafatihul Ghoib. Dan di riwayatkan oleh imam Al-Samani dalam Tarikhnyaتاريخ السمعاني dari hadisnya Ali dengan satu sanad majhul. Dan di keluarkan oleh Ibnu Jarir dalam Tafsirnya dari perkataan Mutorrof bin Abdillah, dan dari perkataan Yazid bin Murroh Al-Jakfi.

 

Jangan selalu berbicara dengan apa yang kita dengar

Larangan ini terdapat adalam beberapa hadist, salah satunya adalah hadist yang di sebut oleh imam Muslim dalam kata pengantar kitab Shahinyaصحيح مسلمكفى بِالْمَرْءِ كذبا أَن يحدث بِكُل مَا سمع

Cukup bagi seseorang untuk di katan tukang bohong apabila selalu berbicara dengan apa yang dia dengar 

Hadist ini juga di sebut oleh imam Abu Daud Dalam kitab Sunannya dari Muhammad bin Husain bin Isykab, dari Ali bin Hafsin, Dari Syu’bah, dari khabib, dari hafsin bin asim. Ibnu Kasir berkata “ Ayat 83 Surah An-Nisa’ adalah bantahan bagi orang orang yang suka menyebarkan berita sebelum memastikan kebenrannya terlebih daulu ” .

 

Berhentilah Menyangka-nyanka

Orang yang selalu berbicara dengan semua yang didengar tampa peduli akan kebenarannya adalah orang yang rentan berbohong. Dalam sebuah hadist riwayat Abu Daud dan Al-Hakim di sebutkan Bahwa “ Cukup bagi seseorang untuk berdosa apa bila selalu berbicara dengan semua yang di dengarnya ”. Maksud hadis ini adalah memberi peringatan keras bagi orang orang untuk tidak selalu berbica dengan apa yang di bicarakan oleh orang lain yang merupakan hasil dari sangkaan sangkaan belaka. Intinya adalah : Patikan terlebih dahulu sumber berita yang ingin anda sampaikan. Bila tidak dapat memastikannya maka diamlah. Sebagai mana sabda Rosululloh SAW :

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ "

 

"Barang siapa yang beriman pada alloh dan hari akhir maka berkatalah yang baik baik, atau diamlah"

Referensi :

 

·      شرح القسطلاني = إرشاد الساري لشرح صحيح البخاري (9/ 97) 94 - باب مَا جَاءَ فِى زَعَمُوا

·      شم العوارض في ذم الروافض (ص: 74)

·      مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح (7/ 3007)

·      شم العوارض في ذم الروافض (ص: 74)

·      موسوعة الفرق المنتسبة للإسلام - الدرر السنية (1/ 173، بترقيم الشاملة آليا)

·      شعب الإيمان (5/ 261)


Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done