Sejarah Baital Maqdis Atau Masjid Al-aqsha Dan Kaitannya Dengan Taun - AL-KUTUB
News Update
Loading...

Sunday, April 19, 2020

Sejarah Baital Maqdis Atau Masjid Al-aqsha Dan Kaitannya Dengan Taun


Ada sebuah catatan yang mengatakan bahwa pembangunan Baital Maqdis atau lebih di kenal dengan Madjid Al-aqsha di latar belakangi oleh taun yang menimpa kaum Bani Israil di masa lampau. Nabi Daud alaihissalam mendapat wahyu dari Alloh S.W.T memberi tahu bahwa Bani Israil sudah banyak melakukan dosa. Dan Alloh memberi mereka tiga pilihan untuk menebus dosa dosa mereka. Yang pertama adalah kemarau panjang selama dua tahun, pilihan yang ke dua adalah musuh yang Alloh utus untuk memerangi mereka selama dua bulan. Pilihan yang ke tiga adalah taun yang menimpa mereka selama tiga hari.

Ketika Nabi Daud alaihissalam berdiskusi dengan kaummnya tentang hal ini mereka menyerahkan pilihan pada nabi Daud karena dia di nilai lebih tepat untuk menentukan pilihan. Kemudian Nabi Daud menyuarakan alasan, kalau memilih kemarau tidak akan ada yang sanggup menahan kelaparan, kalau memilih musuh Nabi Daud hawatir kaumnnya tidak akan tersisa. Jadi pilihan yang tepat adalah taun, maka mereka sepakat memilih taun. Maka turunlah wabah penyakit yang mengerikan yang membunuh tujuh puluh ribu orang hanya dalam sehari dari pagi sampai tenggelamnya matahari. kemudian Nabi Daud A.S menengadahkan tangan memohon Alloh S.W.T untuk mengangkatnya karena melihat betapa menakutkannya wabah ini.

Setelah Nabi Daud berdoa memohon untuk wabah ini segera di angkatan dan Alloh SWT mengangkatnya, Nabi Daud berkata pada kaumnya
sesungguhnya alloh sudah merahmati kalian dengan mengangkat wabah ini sebelum sampai tiga hari, maka dari itu mari kita membuat sesuatu sebagai tanda rasa syukur kita padanya
jadilah mereka mulai membangun maisjid Al-aqsha yang kelak pembangunannya rampung seratus persen di tangan Nabi Sulaiman.


Catatan ini di temukan oleh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitab ( المبتداء ) Al-mubtada’ karangan Ibnu Ishaq, hadis ini juga di keluarkan oleh imam Ahmad bin Hambal dan imam Nasai dalam ( الكبرى ) Al-kubro, dari Sabit Al-Bunani dari Abdurrahman bin Abi Laili dari Suhaib yang merupakan hadis marfu’. Hadis ini juga di sahihkan oleh Ibnu Hibban tapi Ibnu Hibban tidak menyebut nama Nabi Daud A.S.  namun ada tambahan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban bahwa do’a nabi ketika itu setelah solat asar ada yang mengatakan setelah solat subuh dan bunyi do’anya seperti ini:
] اللهم بك اقاتل وبك احاول، - وفي رواية :اصاول، ولاحول ولاقوةالا بك[
Referensi :
بذل الماعون في فضل الطاعون
المؤلف : ابن حجر العسقلاني 773-852 ه




Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done