Kewajiban Mematuhi Perintah Lockdown Oleh Pemerintah - AL-KUTUB
News Update
Loading...

Saturday, April 18, 2020

Kewajiban Mematuhi Perintah Lockdown Oleh Pemerintah

Istilah lockdown sebenarnya bukan sesuatau yang baru, ini sudah biasa di lakukan sejak dahulu ketika ada wabah penyakit yang melanda sebuah negara.  Kalau anda menonton drama the imperial doctres di episad 8 ketika ada ribuan pengungsi yang kelaparan hendak memasuki ibu kota kerajaan dinasti ming dan di antara mereka ada yang menderita penyakit muntah dan diare, kemudian di ketahui setelahnya bahwa itu bukan hanya sekedar penyakit biasa tapi merupakan wabah kolera atau taun. Maka sang raja ketika itu spontan memberi perintah untuk menahan mereka di luar pintu gerbang perbatasan kota. Dan menyuruh orang orang yang sudah terlanjur berada di luar kota untuk tetap berada di luar. dan memerintah untuk menutup pintu gerbang kota agar tidak terjadi lalu lintas antara luar dan dalam kota sampai kasus ini selesai.

Hal yang sama juga terjadi ketika taun amawasa melanda negeri sam di zaman khilafah sayyidina 
umar.  Umar bin khottab R.A terpaksa berpatah balik dengan tentara perangnya ketika sudah sampai di perbatasan sam karena mendapat kabar bahwa di negeri itu sedang berlaku satu wabah yang mengerikan dan mematikan. Walaupun mendapat pertentangan dari abu ubaidah bin jarroh yang ketika itu menjabat walikota salah satu wilayah di sam, sayyidina umar akhirnya tetap memutuskan untuk berpatah balik setelah mendengar abdurrohman bin auf menyampaikan satu hadis yang berbunyi :
«إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ»
Kalau kalian mendengar bahwa ta’un tengah terjadi di suatau tempat maka janganlah kalian mendatanginya. Dan bila kalian berada di tempat di mana ta’un itu terjadi maka janganlah kalian keluar lari darinya.

Di masa lalu wabah dahsat yang mengerikan pernah melanda satu kaum yang di sebut dawurdan, kemudian mereka keluar dari tempat tinggal mereka di mana wabah itu terjadi dengan tujuan lari dari kematian. Lalu alloh murka dan mengutus malaikat untuk membinasakan mereka, maka dengan satu tepukan ribuan manusia itu tergeletak tampa nyawa. Setelah beberapa tahun berlalu ada seorang nabi yang lewat di mana tulang belulang manusia itu bertebaran. Lalu ia berdo’a agar mereka di hidupkan kembali, akhirnya mereka dihidupkan untuk bertaubat menebus dosa dosanya. Kisah ini terdapat dalam surah al-baqoroh ayat 243
۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ [البقرة : 243]
(Tidakkah kamu perhatikan) pertanyaan disertai keanehan dan dorongan untuk mendengar apa yang dibicarakan sesudah itu (orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan jumlah mereka beribu-ribu) ada yang mengatakan empat, delapan atau sepuluh ribu serta ada pula yang mengatakan berjumlah tiga puluh, empat puluh atau tujuh puluh ribu (disebabkan takut mati). Mereka ini ialah segolongan Bani Israel yang ditimpa oleh wabah sampar hingga lari meninggalkan negeri mereka. (Maka firman Allah kepada mereka, "Matilah kamu!") hingga mereka pun mati, (kemudian mereka dihidupkan-Nya kembali), yakni setelah delapan hari atau lebih, atas doa Nabi mereka yang bernama Hizqil. Ada beberapa lamanya mereka hidup tetapi bekas kematian tanda-tandanya terdapat pada diri mereka, tidak memakai pakaian kecuali nanti berbalik menjadi kain kafan, dan peristiwa ini menjadi buah tutur sampai kepada anak-anak mereka. (Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia) di antaranya menghidupkan mereka tadi, (tetapi kebanyakan manusia) yakni orang-orang kafir (tidak bersyukur). Adapun tujuan menyebutkan tentang orang-orang itu di sini ialah untuk merangsang semangat orang-orang beriman untuk berperang dan itulah sebabnya dihubungkan kepadanya.
Kalau lita perhatikan dari beberapa kisah di atas. Locdown adalah di maksudkan untuk beberapa hal
οUntuk tidak memperluas jangkitan
οTidak mengantarkan diri pada kematian
οTidak lari dari kematian

Sekian, terima kasih. Silahkan tinggalkan jejak di komentar, saran dan masukan anda sngat membantu kami


Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done